Apakah Terampil Dalam Berteologi Akan Menjadikan Diri Sebagai "Farisi"?
Judul di atas merupakan sebuah ungkapan peringatan (warning) yang sangat bagus sekali, di mana hal tersebut dapat mengingatkan setiap para pelayan Tuhan, kaum akademisi ataupun lainnya untuk tidak hanya mengisi kepala dengan berbagai pengetahuan religius semata tanpa praktik yang menghasilkan buah. Namun, di balik konten warning yg sangat baik tadi, tak jarang judul di atas menjadi sebuah kalimat yg cenderung berkonotasi negatif (sy membayangkan kalo ada anak rohani sy yg sedang bergumul secara dalam ingin masuk STT, ada indikasi kalimat ini akan terngiang2 di kepalanya atau bahkan dpt melemahkan pertimbangannya). Mari kita dalami..!! Secara etimologi, Teologi terbagi dari 2 kata yakni, Theos (Yunani): Allah & Logos (Yunani): Kata/ Berbicara. Maka, Berteologi berarti berbicara tentang Allah dan segenap ciptaanNya (saat bahas tentang kebaikan Babe ya kita sedang berteologi, saat ngobrol tentang manusia dan dosa ya kita sedang berteologi, saat diskusi tentang akhir zaman ya kit...